Banyak orang mengasosiasikan kekuatan core dengan otot perut, seperti six-pack. Nyatanya, core mencakup lapisan yang jauh lebih dalam mulai dari otot transversus abdominis yang membungkus perut seperti korset, multifidus yang menstabilkan tulang belakang, otot dasar panggul, dan diafragma.

Lapisan-lapisan tersebutlah yang menjaga postur, melindungi sendi, dan memungkinkan tubuh bergerak dengan stabil dalam aktivitas sehari-hari.

Pilates dirancang secara spesifik untuk menargetkan lapisan core tersebut. Bukan melalui repetisi cepat atau beban berat, melainkan melalui gerakan yang lambat, terkontrol, dan terhubung dengan napas.

Bagaimana tepatnya pilates membangun kekuatan core, dan apa hasil riset tentang korelasinya? Temukan jawaban pertanyaan Anda di ulasan berikut.

Baca Juga: Pilates untuk Postur Tubuh yang Lebih Baik: Solusi Tepat bagi Gaya Hidup Modern

Apa Itu Core dan Kenapa Core Lebih dari Sekadar Perut?

Core, atau yang dalam pilates sering disebut powerhouse, adalah seluruh area dari tulang rusuk bagian bawah hingga dasar panggul. Area tersebut juga mencakup otot perut dalam (transversus abdominis dan obliques), otot punggung bawah (multifidus), otot dasar panggul, dan diafragma.

Bayangkan core sebagai korset internal Anda. Ketika korset ini kuat dan bekerja dengan baik, tulang belakang terlindungi, postur terjaga, dan setiap gerakan dari anggota tubuh memiliki fondasi yang stabil.

Ketika korset ini lemah, tubuh Anda mengompensasi dengan cara yang seringkali menyebabkan nyeri punggung bawah, ketegangan bahu, dan risiko cedera yang lebih tinggi.

3 Cara Pilates Membangun Kekuatan Core

Pilates ternyata tidak membangun core dengan cara yang sama seperti crunch atau sit-up. Pendekatannya berbeda secara fundamental, seperti:

  • Setiap Gerakan Dimulai dari Napas

Di pilates, napas bukan pelengkap. Anda mengembuskan napas sambil menarik pusar ke arah tulang belakang, dan tarikan ini mengaktifkan lapisan otot perut yang paling dalam.

Pola pernapasan ini diulang di setiap gerakan, sehingga koneksi napas-core menjadi otomatis seiring waktu.

  • Kontrol Menggantikan Kecepatan

Gerakan pilates dilakukan dengan lambat dan presisi. Setiap posisi memerlukan kontrol penuh atas otot yang tepat, bukan momentum.

Lambatnya satu gerakan ke gerakan selanjutnya merupakan ritme yang memaksa otot-otot stabilisator dalam untuk bekerja, karena Anda tidak bisa “menipu” gerakan dengan menggunakan kecepatan atau ayunan.

  • Otot Dalam Ditargetkan Secara Spesifik

Berbeda dari latihan perut konvensional yang cenderung menargetkan rectus abdominis (otot permukaan), pilates berfokus pada otot yang tidak terlihat tapi paling berperan dalam stabilitas: transversus abdominis, multifidus, dan internal obliques.

Lebih daripada itu, Reformer Pilates menambahkan dimensi resistensi melalui carriage dan pegas, yang menuntut tubuh untuk terus menstabilkan diri sepanjang gerakan.

Apa Hasil Riset tentang Korelasi Pilates dengan Kekuatan Core?

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Healthcare pada 2023 mengevaluasi delapan uji klinis acak mengenai efek pilates terhadap aktivasi dan kekuatan otot core.

Temuan utamanya adalah pilates tidak kalah dari latihan setara untuk meningkatkan ketebalan otot core (diukur dengan ultrasound), dan bisa lebih efektif dibandingkan tidak berolahraga sama sekali.

Selain itu, seluruh studi yang dievaluasi melaporkan penurunan nyeri yang signifikan setelah intervensi pilates.

Dari sini, terlihat bahwa pilates tidak hanya membangun kekuatan, tapi juga berkontribusi pada pengurangan keluhan yang sering menyertai kelemahan core, seperti nyeri punggung bawah kronis.

Baca Juga: 5 Perbedaan Reformer Pilates dengan Mat Pilates

Bangun Kekuatan Core Anda dengan Reformer Pilates di Aarti Wellness Club

Pilates membangun kekuatan core melalui pendekatan yang berbeda dari latihan konvensional.

Napas Anda terhubung dengan setiap gerakan, kontrol menggantikan kecepatan, dan Anda akan berfokus pada otot stabilisator dalam yang sering terabaikan oleh latihan perut biasa.

Aarti Wellness Club Menteng menyediakan tiga kelas Reformer Pilates yang masing-masing menargetkan aspek core yang berbeda.

  • The Flow menggabungkan gerakan mengalir dengan napas untuk membangun koneksi core secara menyeluruh.
  • The Sculpt berfokus pada pembentukan dan kekuatan otot melalui resistensi yang lebih intens.
  • The Pulse menggunakan micro-movements dan isometric holds untuk menantang stabilitas core di level yang lebih dalam.

Setiap kelas dipandu instruktur dan terbuka untuk pemula maupun yang sudah ahli. Segera cek jadwal terbaru di halaman Pilates Aarti Wellness Club dan reservasi kunjungan Anda sekarang juga.

Referensi

  1. Franks, J., Thwaites, C., & Morris, M.E. (2023). Pilates to Improve Core Muscle Activation in Chronic Low Back Pain: A Systematic Review. Healthcare, 11(10), 1404.
  2. Healthline. (n.d.). Core Galore: 15 Pilates Exercises to Develop Your Powerhouse. Diakses dari healthline.com