Tidak semua yoga mengharuskan Anda bergerak cepat atau berkeringat. Restorative Yoga adalah salah satunya; gaya latihan yoga yang justru meminta Anda untuk diam, berhenti, dan membiarkan tubuh sepenuhnya mengikuti alur gerakan.

Restorative Yoga adalah praktik yoga pasif yang berfokus pada relaksasi mendalam. Alih-alih melatih kekuatan atau fleksibilitas secara aktif, gaya ini menggunakan berbagai props, seperti bolster, selimut, dan blok, untuk menopang tubuh dalam posisi yang nyaman selama 5 hingga 20 menit per pose.

Dalam satu sesi, Anda mungkin hanya melakukan empat hingga enam pose, namun masing-masing pose akan ditahan cukup lama untuk memberi tubuh waktu melepaskan ketegangan secara bertahap.

Apa saja manfaat yang bisa Anda rasakan, dan apa yang membedakan Restorative Yoga dari gaya yoga lain yang juga menekankan ketenangan? Berikut ini pembahasannya.

Baca Juga: Bagaimana Yoga Membantu Menenangkan Pikiran

Apa Itu Restorative Yoga?

Restorative Yoga pertama kali dipopulerkan oleh Judith Hanson Lasater, murid awal B.K.S. Iyengar, sejak tahun 1990-an. Inti latihannya sederhana: tubuh ditopang sepenuhnya oleh props sehingga tidak ada otot yang perlu bekerja untuk mempertahankan pose.

Berbeda dari Vinyasa atau Hatha yang membangun panas dan menggerakkan tubuh dari satu pose ke pose berikutnya, Restorative Yoga menghilangkan hampir semua usaha fisik.

Anda tidak meregang secara aktif, tidak membangun kekuatan, dan tidak berusaha memperdalam pose. Yang Anda lakukan hanyalah berbaring atau duduk dalam posisi yang sudah ditopang, mengatur napas, dan membiarkan tubuh melepaskan ketegangan dengan sendirinya.

Suasana kelas biasanya juga mendukung proses restorative ini, seperti lampu yang diredupkan, alunan musik lembut diputar, dan kadang Anda ditawari penutup mata untuk mengurangi gangguan visual.

Semua aspek di atas tersebut dirancang agar sistem saraf parasimpatetik (bagian yang berperan terhadap respons istirahat dan pemulihan) bisa mengambil alih dari respons fight-or-flight di keseharian Anda.

4 Manfaat Restorative Yoga bagi Tubuh dan Pikiran

Meskipun tampak seperti “tidak melakukan apa-apa”, keheningan dalam Restorative Yoga justru memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran Anda untuk memulihkan diri.

Di bawah ini adalah empat manfaat utamanya:

1. Mengaktifkan Respons Relaksasi Tubuh

Ketika tubuh ditopang sepenuhnya dan tidak ada otot yang bekerja, sistem saraf parasimpatetik menjadi lebih dominan.

Detak jantung melambat, napas menjadi lebih dalam, dan kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres, cenderung menurun.

Efek ini bukan hanya terasa selama sesi yoga berlangsung. Dengan latihan rutin, tubuh Anda menjadi lebih terbiasa untuk kembali ke kondisi tenang setelah menghadapi tekanan sehari-hari.

2. Membantu Meredakan Ketegangan Fisik

Pose yang ditahan lama dengan bantuan props memungkinkan otot melepaskan ketegangan yang sering tidak Anda sadari, terutama di area leher, bahu, punggung bawah, dan pinggul.

Karena tidak ada tekanan pada sendi, Restorative Yoga tergolong aman bagi Anda yang sedang dalam proses pemulihan atau memiliki keterbatasan fisik.

3. Membuat Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik

Tubuh yang terbiasa berada dalam kondisi rileks secara sadar cenderung lebih mudah mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Beberapa pose Restorative, seperti viparita karani (kaki bersandar ke dinding) dan savasana dengan dukungan, bahkan sering digunakan sebagai ritual sebelum tidur.

4. Menjadi Yoga Pendamping untuk Olahraga Aktif Anda

Apabila Anda rutin melakukan latihan intensitas tinggi, baik itu Vinyasa, Reformer Pilates, atau olahraga lain, Restorative Yoga juga bisa berfungsi sebagai penyeimbang.

Tubuh yang terus-menerus didorong untuk melakukan aktivitas intens tanpa jeda pemulihan cenderung akan gampang tegang. Satu sesi Restorative di antara hari latihan aktif memberi kesempatan agar tubuh Anda bisa memulihkan diri secara menyeluruh.

Apa Bedanya Restorative Yoga dengan Yin Yoga?

Keduanya menggunakan pose yang ditahan lama dan sering terlihat serupa dari luar. Namun, tujuan dan pengalaman yang ditawarkan kedua jenis yoga tersebut sangatlah berbeda.

Restorative Yoga menghilangkan semua usaha. Tubuh ditopang props sedemikian rupa sehingga Anda tidak merasakan regangan atau tekanan apa pun. Tujuannya murni relaksasi dan pemulihan sistem saraf.

Yin Yoga, di sisi lain, sengaja menempatkan tubuh dalam posisi yang menciptakan sensasi regangan pada jaringan ikat (fascia, ligamen, dan tendon).

Ada sensasi yang dirasakan, dan ketidaknyamanan di beberapa posenya justru menjadi bagian inti dari proses yoga tersebut. Tujuannya meningkatkan kelenturan dan mobilitas sendi secara bertahap.

Singkatnya, Yin meregangkan dan Restorative memulihkan. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Baca Juga: Yoga atau Pilates: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Tubuh Anda?

Rasakan Keheningan Restorative Yoga di Aarti Wellness Club

Restorative Yoga menawarkan sesuatu yang jarang diberikan oleh gaya yoga lain. Tidak ada pose yang harus ditaklukkan, tidak ada keringat yang perlu dikejar.

Yang ada hanyalah tubuh yang ditopang sepenuhnya, napas yang mengalir perlahan, dan ruang untuk membiarkan ketegangan dari tubuh Anda pergi dengan sendirinya.

Aarti Wellness Club Menteng menyediakan kelas Restorative sebagai bagian dari jadwal yoga mingguan.

Bagi Anda yang juga tertarik dengan latihan yoga yang sedikit lebih aktif, Aarti Wellness Club juga menawarkan beberapa variasi kelas Yin (Yin & Reiki, Yin & Singing Bowl, Yin for A Better Sleep) yang bisa menjadi pelengkap ideal bagi sesi Restorative Anda.

Lihat jadwal terbaru sekarang dan temukan kelas yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda di halaman kelas Aarti Wellness Club.