Kalau Anda pernah mendengar istilah Ashtanga Yoga, kemungkinan besar konteksnya adalah salah satu dari dua hal: sebuah filosofi yoga kuno yang mencakup delapan cabang kehidupan, atau gaya latihan fisik yang sangat terstruktur dan intens.

Kedua konteks tersebut memang saling berkaitan, tetapi merujuk pada hal yang berbeda.

Dalam dunia yoga modern, nama Ashtanga lebih sering diasosiasikan dengan gaya latihan dinamis yang dikembangkan oleh Sri K. Pattabhi Jois di Mysore, India; sebuah gaya yang kemudian dikenal sebagai Ashtanga Vinyasa Yoga. Namun, akar nama Ashtanga ini sendiri jauh lebih tua dari itu.

Ulasan informatif berikut ini akan membahas keduanya secara lengkap, mulai dari apa yang dimaksud dengan Ashtanga Yoga secara filosofis maupun sebagai gaya latihan, apa saja ciri khasnya, dan bagaimana gaya ini berbeda dari Vinyasa yang mungkin lebih sering Anda temui di studio yoga.

Baca Juga: Kenapa Tubuh Terasa Lebih Ringan Setelah Yoga?

Dua Makna Ashtanga Yoga yang Perlu Anda Pahami

Nama Ashtanga berasal dari bahasa Sanskerta: ashta (delapan) dan anga (cabang).

Untuk memahami Ashtanga Yoga secara utuh, penting untuk mengenali bahwa istilah tersebut merujuk pada dua hal yang berbeda namun saling terhubung:

  • Ashtanga sebagai Filosofi Delapan Cabang

Dalam Yoga Sutra yang disusun oleh Patanjali, Ashtanga Yoga adalah jalur spiritual yang terdiri dari delapan cabang:

  • Yama (panduan etis)
  • Niyama (disiplin diri)
  • Asana (postur)
  • Pranayama (pengaturan napas)
  • Pratyahara (penarikan indra)
  • Dharana (konsentrasi)
  • Dhyana (meditasi)
  • Samadhi (penyatuan).

Dari delapan cabang tersebut, postur atau asana adalah yang paling sering diasosiasikan dengan yoga.

Dalam konteks asli Patanjali, asana bahkan bukan gerakan dinamis, melainkan kemampuan duduk diam dengan nyaman untuk waktu yang lama sebagai persiapan meditasi.

  • Ashtanga Vinyasa sebagai Gaya Latihan Yoga Modern

Yang lebih dikenal di studio yoga saat ini adalah Ashtanga Vinyasa Yoga, gaya latihan yang dikembangkan Pattabhi Jois berdasarkan ajaran gurunya, T. Krishnamacharya, pada awal abad ke-20.

Gaya ini menggabungkan rangkaian postur yang baku dengan teknik pernapasan dan titik fokus pandangan untuk latihan yang intens dan sangat terstruktur.

Pattabhi Jois menamai gayanya “Ashtanga Yoga” untuk menunjukkan bahwa latihan fisik ini merupakan bagian dari jalur delapan cabang yang lebih luas; bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai salah satu media dalam perjalanan untuk menemukan ketenangan diri.

4 Ciri Khas Latihan Ashtanga Vinyasa Yoga

Kemudian, apa yang membuat kelas Ashtanga terasa berbeda dari gaya yoga lain? Berikut merupakan empat elemen yang menjadi inti latihannya sepanjang sesi:

1. Urutan Pose yang Baku dan Berulang

Ashtanga memiliki enam seri pose yang harus dilakukan dalam urutan yang sama setiap kali latihan. Semua praktisi yoga ini memulai dari Primary Series (Yoga Chikitsa), dan baru berpindah ke seri berikutnya setelah menguasai seri sebelumnya.

Pola ini tentunya disengaja. Dengan mengulangi urutan yang sama setiap hari, Anda tidak bisa menghindari pose yang sulit. Justru di saat-saat seperti itulah, di pose yang menantang dan harus dihadapi berulang kali, Anda akan mengenali tubuh Anda lebih dalam.

2. Napas Ujjayi sebagai Pusat Latihan

Seperti halnya Vinyasa, Ashtanga menggunakan teknik napas ujjayi, napas melalui hidung dengan tenggorokan sedikit menyempit sehingga menghasilkan suara seperti ombak halus.

Namun bedanya di Ashtanga, setiap gerakan masuk dan keluar dari pose berfokus pada hitungan napas yang spesifik, atau disebut vinyasa count. Ritme ini tidak berubah dari sesi ke sesi.

3. Titik Pandangan (Drishti) di Setiap Pose

Setiap pose dalam Ashtanga memiliki titik pandangan yang sudah ditentukan; bisa ke ujung hidung, pusar, tangan, jempol, atau titik lainnya.

Ada sembilan drishti resmi yang digunakan sepanjang latihan. Fungsi dari titik pandang ini sendiri bukan sekadar menjaga keseimbangan fisik, tetapi juga berperan untuk melatih konsentrasi dan menarik perhatian ke dalam.

4. Kunci Energi (Bandha)

Bandha merupakan teknik penguncian otot di area tertentu, terutama dasar panggul (mula bandha) dan perut bagian dalam (uddiyana bandha), untuk mengarahkan energi dan menciptakan stabilitas.

Di Ashtanga, bandha diaktifkan sepanjang latihan, bukan hanya di pose tertentu.

Apa yang Membedakan Ashtanga dari Vinyasa?

Ashtanga dan Vinyasa sering disebut bersamaan karena keduanya menghubungkan gerakan dengan napas. Namun di balik kemiripan keduanya, pendekatan dari masing-masing gaya yoga ini cukup berbeda.

1. Struktur

Perbedaan paling mendasar ada di struktur. Ashtanga memakai urutan pose yang baku; setiap kelas, setiap hari, urutannya sama.

Vinyasa tidak terikat pada urutan tertentu. Instruktur menyusun sendiri alur kelasnya, kadang menuju satu pose puncak, kadang mengangkat tema tertentu. Dua kelas Vinyasa dari instruktur yang berbeda bisa terasa sangat berlainan.

2. Cara Belajar

Cara belajar dari kedua yoga juga tidak sama. Ashtanga secara tradisional diajarkan dalam format Mysore, di mana setiap murid berlatih mandiri sesuai tingkatannya di ruangan yang sama, sementara guru berkeliling memberikan bimbingan individual.

Sedangkan Vinyasa umumnya diajarkan dalam kelas yang dipandu, di mana semua peserta mengikuti arahan instruktur secara bersamaan.

3. Pengalaman Yoga

Dari sisi pengalaman, Ashtanga menawarkan ketenangan melalui pengulangan gerakan. Anda akan diajakan untuk mengenali tubuh melalui pose yang sama setiap hari, dan perubahan yang terasa dari minggu ke minggu merupakan bukti nyata progres latihan yoga Anda.

Vinyasa, di sisi lain, menawarkan variasi di mana setiap kelas membawa alur baru, dan instruktur bisa menyesuaikan intensitas serta fokusnya.

4. Esensi

Ashtanga dari Vinyasa memang lahir dari akar yang sama: tradisi vinyasa krama Krishnamacharya.

Ashtanga mempertahankan struktur bakunya, sementara Vinyasa mengambil prinsip gerak-dan-napas lalu memberikan kebebasan kepada instruktur untuk menyusun rangkaiannya sendiri.

Baca Juga: Yoga atau Pilates: Mana yang Cocok untuk Tubuh Anda?

Temukan Gaya Yoga yang Cocok untuk Anda di Aarti Wellness Club

Ashtanga Yoga menawarkan pengalaman latihan lewat urutan yang baku, napas ujjayi, drishti, dan bandha. Sedangkan Vinyasa, walaupun memiliki fondasi yang sama, terutama prinsip menyatukan gerakan dengan napas, memberikan ruang lebih besar untuk variasi dan kreativitas gerakan yoga di setiap kelasnya.

Apabila Anda tertarik untuk menjajal aliran gerak-dan-napas yang menjadi inti kedua gaya yoga tersebut, Aarti Wellness Club Menteng menyediakan beberapa pilihan kelas Vinyasa: dari Vinyasa untuk semua level, Midday Vinyasa, Mindful Vinyasa, hingga Power Vinyasa Flow untuk tempo yang lebih tinggi.

Setiap sesi latihan berlangsung sekitar 50–60 menit, dipandu instruktur yang siap menyesuaikan gerakan dengan kondisi Anda hari itu.

Lihat jadwal terbaru dan pilih kelas yang paling cocok dengan ritme Anda di halaman kelas Aarti Wellness Club.