Salah satu pertanyaan yang hampir selalu muncul dari siapa pun yang baru mulai mengenal pilates adalah “Berapa kali seminggu saya harus latihan supaya hasilnya benar-benar terasa?”
Jawabannya ternyata tidak sesederhana satu angka untuk semua orang.
Frekuensi ideal sangat bergantung pada tujuan Anda, tingkat pengalaman, dan bagaimana pilates masuk ke dalam rutinitas aktivitas Anda yang lain.
Namun, ada satu prinsip yang berlaku secara universal: konsistensi selalu lebih menentukan daripada intensitas.
Dua sesi per minggu yang Anda jalani dengan disiplin selama berbulan-bulan akan memberi hasil yang jauh lebih nyata dibandingkan lima sesi dalam satu minggu yang lalu berhenti di minggu berikutnya.
Berikut ini adalah panduan frekuensi yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan jadwal harian.
Baca Juga: Pilates dan Hubungannya dengan Core Strength
Frekuensi Pilates Berdasarkan Tujuan Anda
Tidak ada angka fix yang berlaku untuk semua orang terkait frekuensi pilates. Yang menentukan justru apa yang ingin Anda capai dari latihan pilates tersebut.
1. Pemula yang Baru Memulai
Kalau Anda belum pernah mencoba pilates sama sekali, mulailah dengan satu hingga dua sesi per minggu.
Frekuensi ini memberi tubuh Anda waktu untuk beradaptasi dengan pola gerakan baru, membangun koneksi napas, dan memahami cara mengaktifkan otot core tanpa membuat tubuh kelelahan berlebihan.
Tubuh biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 minggu untuk mulai terbiasa dengan gerakan-gerakan dasar. Setelah kebiasaan tersebut terbentuk dengan baik, Anda bisa menambah frekuensi latihan secara bertahap.
2. Kekuatan dan Postur
Untuk membangun kekuatan otot dan memperbaiki postur secara nyata, dua hingga tiga sesi per minggu menjadi angka yang paling sering direkomendasikan.
Frekuensi ini memberikan stimulus yang cukup bagi otot untuk berkembang, sekaligus menyisakan waktu pemulihan yang memadai di antara sesi.
Banyak peserta mulai merasakan perubahan pada postur dan stabilitas tubuh dalam 4 hingga 6 minggu pertama dengan ritme seperti ini.
3. Fleksibilitas dan Pemulihan Cedera
Kalau fokus Anda lebih pada peningkatan mobilitas sendi atau pemulihan pasca-cedera, frekuensi tiga sesi per minggu dengan intensitas yang lebih ringan bisa menjadi pilihan yang baik.
Kuncinya terletak pada gerakan terkontrol yang dilakukan secara konsisten, bukan pada sesi berat yang hanya dilakukan sesekali.
Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis terlebih dahulu apabila sedang menjalani proses rehabilitasi aktif.
4. Pelengkap Olahraga Lain
Bagi Anda yang sudah memiliki rutinitas olahraga lain, satu hingga dua sesi pilates per minggu sudah cukup sebagai pelengkap.
Pilates membantu memperkuat otot-otot stabilisator, memperbaiki keselarasan tubuh, dan mengurangi risiko cedera dari aktivitas utama yang Anda lakukan.
Jadwalkan sesi pilates di hari pemulihan aktif, bukan di hari yang sama dengan latihan berat lainnya agar tubuh tidak kelelahan.
Apa yang Terjadi Kalau Tidak Terlalu Sering Pilates?
Pilates bekerja secara kumulatif. Setiap sesi membangun kekuatan dari sesi sebelumnya, melatih otot-otot dalam untuk merespons secara otomatis terhadap perintah napas dan posisi tubuh.
Kalau jarak antar sesi terlalu jauh, misalnya hanya sekali dalam dua minggu, koneksi yang mulai terbentuk itu sering kali harus dibangun ulang dari awal. Anda bisa merasa seperti pemula terus-menerus karena tubuh tidak sempat mengingat pola gerakan yang sudah dipelajari.
Akibatnya, perubahan yang seharusnya bisa Anda rasakan dalam hitungan minggu bisa memakan waktu berbulan-bulan lebih lama.
Bagaimana Caranya Mengetahui Kalau Frekuensi Pilates Terlalu Tinggi?
Meskipun pilates tergolong latihan low-impact, bukan berarti tubuh Anda tidak membutuhkan waktu pemulihan. Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mungkin berlatih pilates terlalu sering antara lain:
- Nyeri otot yang tidak kunjung mereda setelah dua hari istirahat.
- Merasa lebih lemah dari biasanya saat sesi latihan berlangsung.
- Motivasi menurun dan latihan mulai terasa seperti beban, bukan kesenangan.
- Kualitas gerakan merosot karena tubuh terlalu lelah untuk mempertahankan kontrol.
Kalau beberapa tanda di atas muncul, coba kurangi satu sesi per minggu dan berikan tubuh Anda waktu pemulihan yang lebih panjang. Ingat, otot justru menjadi lebih kuat di hari istirahat, bukan di hari latihan.
Baca Juga: Pilates untuk Postur Tubuh yang Lebih Baik: Solusi Tepat bagi Gaya Hidup Modern
Temukan Ritme Pilates Anda di Aarti Wellness Club
Frekuensi ideal pilates bergantung pada tujuan dan level Anda: satu hingga dua kali untuk pemula, dua hingga tiga kali untuk kekuatan dan postur, dan satu hingga dua kali sebagai pelengkap olahraga lain.
Namun, yang paling menentukan bukanlah angkanya, melainkan konsistensi jangka panjang yang Anda jalani.
Aarti Wellness Club Menteng menyediakan tiga kelas Reformer Pilates yang bisa Anda sesuaikan dengan ritme mingguan:
- The Flow untuk membangun fondasi gerakan dan koneksi napas.
- The Sculpt untuk fokus pada pembentukan dan kekuatan otot.
- The Pulse bagi Anda yang sudah siap dengan intensitas lebih tinggi.
Dengan jadwal kelas yang tersedia beberapa kali dalam seminggu, Anda bisa memilih kombinasi kelas yang paling realistis untuk dijalani secara konsisten.
Cek jadwal terbaru kelas Anda di halaman Pilates Aarti Wellness Club.
