Meditasi memang sering terdengar seperti sesuatu yang membutuhkan keheningan sempurna, pikiran yang kosong, serta waktu yang cukup lama. Wajar saja apabila banyak orang yang kurang tertarik dengan praktik wellness ini karena merasa belum siap atau belum punya waktu yang memadai.
Kenyataannya, meditasi tidak harus membutuhkan semua tersebut. Anda tidak perlu mengosongkan pikiran. Anda tidak perlu duduk dalam posisi tertentu. Dan Anda tidak perlu waktu lama untuk memulai.
Yang dibutuhkan dari praktik meditasi hanyalah beberapa menit, niat, dan kesediaan untuk menjaga perhatian supaya tetap fokus selama sesi berlangsung.
Supaya Anda lebih siap untuk menjalani sesi meditasi pertama Anda, berikut ini adalah lima tips yang bisa membantu Anda memulai meditasi dari nol dan menjadikannya kebiasaan jangka panjang.
Baca Juga: Fungsi Aromatherapy dalam Meditasi dan Tidur yang Lebih Nyenyak
5 Tips Memulai Meditasi untuk Pemula
Sebelum Anda memulai sesi meditasi pertama Anda, perlu digaris bawahi bahwa praktik meditasi tidak perlu dilakukan secara sempurna sejak hari pertama. Anda bisa menjalani meditasi dengan cara yang cukup sederhana sehingga Anda mau mengulanginya besok, dan besoknya lagi.
Coba terapkan lima tips berikut ini:
1. Mulai dari Dua Menit, Bukan Dua Puluh
Kesalahan paling umum adalah memulai meditasi secara ambisius. Dua puluh menit meditasi untuk orang yang belum pernah mencoba akan terasa seperti dua puluh jam.
Mulailah dengan dua hingga tiga menit saja. Setel alarm, tutup mata, dan perhatikan napas Anda. Kalau waktu pendek tersebut terasa bisa dilakukan, tambahkan satu menit setiap minggu.
Konsistensi dua menit setiap hari jauh lebih berharga daripada dua puluh menit yang hanya terjadi sekali.
2. Duduk dengan Nyaman, Bukan Sempurna
Anda tidak harus duduk bersila di lantai. Kursi, sofa, atau bahkan tempat tidur bisa menjadi tempat meditasi yang valid selama punggung Anda cukup tegak dan tubuh merasa nyaman.
Posisi meditasi yang memaksa Anda menahan rasa sakit justru mengalihkan perhatian dari meditasi itu sendiri. Ingat, kenyamanan fisik adalah yang paling utama, bukan sebuah hambatan.
3. Jadikan Napas Sebagai Acuan
Ketika Anda tidak tahu harus fokus ke mana, kembalilah ke pola napas Anda. Rasakan udara masuk melalui hidung, perhatikan dada atau perut yang naik, lalu rasakan embusan keluar.
Napas merupakan acuan yang selalu tersedia karena ia tidak pernah berhenti selama Anda hidup. Setiap kali pikiran pergi, Anda punya tempat untuk kembali.
4. Pikiran yang Muncul Bukan Berarti Meditasi Gagal
Tips keempat ini mungkin merupakan aturan paling penting dalam meditasi, dan yang paling sering dilanggar oleh pemula.
Pikiran akan muncul di benak Anda. Bukan kadang-kadang, tapi hampir setiap saat.
Hal tersebut sangatlah normal. Otak memang dirancang untuk berpikir. Meditasi bukan tentang menghentikan pikiran, melainkan tentang menyadari bahwa pikiran sudah pergi dan memilih untuk membawa perhatian kembali ke napas tanpa menghakimi diri sendiri.
Setiap kali Anda membawa perhatian kembali, itu bukan berarti meditasi Anda gagal. Munculnya pikiran di tengah-tengah sesi justru menjadi inti dari latihan.
5. Jadwalkan, Jangan Tunggu “Mood”
Kalau Anda selalu menunggu suasana hati yang tepat untuk memulai meditasi, biasanya sesi tersebut akan jarang terjadi.
Coba perlakukan meditasi seperti menyikat gigi, yaitu sesuatu yang Anda lakukan di waktu yang sama setiap hari, bukan karena selalu ingin, tapi karena sudah menjadi bagian dari rutinitas.
Pagi hari sebelum membuka notifikasi dari smartphone atau malam hari sebelum tidur adalah dua waktu yang paling mudah dijaga konsistensinya.
Kesalahan dalam Meditasi yang Sering Dilakukan Pemula
Selain lima tips di atas, ada juga beberapa jebakan yang perlu dihindari agar meditasi tidak terasa seperti sesuatu yang memberatkan:
- Yang pertama adalah mencoba terlalu keras. Meditasi adalah latihan untuk “tidak melakukan apa pun,” dan semakin Anda berusaha memaksakan ketenangan, semakin jauh ketenangan tersebut akan terasa. Rileks dan biarkan prosesnya berjalan.
- Yang kedua adalah mengharapkan hasil instan. Meditasi bekerja secara kumulatif. Anda mungkin tidak merasakan perbedaan setelah sesi pertama atau bahkan setelah seminggu. Tapi setelah beberapa minggu konsisten, perubahan kecil mulai muncul, seperti respons yang lebih tenang terhadap stres atau kemampuan fokus yang sedikit lebih baik.
- Yang ketiga adalah berhenti setelah pikiran mengembara. Kalau Anda berhenti setiap kali pikiran pergi, Anda akan berhenti di menit pertama setiap sesi. Pikiran yang mengembara justru memberikan kesempatan untuk berlatih keterampilan utama meditasi, yaitu membawa perhatian kembali.
Baca Juga: Manfaat Incense Stick untuk Suasana Tenang dan Mindfulness
Mulai Sesi Meditasi Pertama Anda di Aarti Wellness Club
Meditasi tidak membutuhkan pikiran yang kosong, posisi yang sempurna, atau waktu yang lama. Yang Anda perlu perhatikan agar sesi meditasi berjalan lancar adalah konsistensi, kesediaan untuk tidak menghakimi pikiran yang muncul, serta selalu mengacu kepada aliran napas Anda.
Apabila Anda ingin memulai meditasi dalam lingkungan yang dipandu dan terstruktur, kelas Meditation dan Slow Flow & Meditation di Aarti Wellness Club Menteng bisa menjadi langkah pertama yang tepat.
Instruktur ahli akan memandu seluruh sesi sehingga Anda tidak perlu memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya, cukup mengikuti arahan dan membiarkan sesi meditasi berjalan dengan sendirinya.
Tertarik? Coba cek jadwal kelas terbaru di halaman kelas Aarti Wellness Club.
