Di antara berbagai praktik wellness yang berakar dari tradisi Asia, reiki mungkin salah satu yang paling sering menimbulkan rasa penasaran sekaligus pertanyaan.
Prosesnya tidak melibatkan gerakan aktif, alat khusus, atau obat apa pun. Yang ada hanyalah seorang praktisi yang meletakkan tangan di atas tubuh Anda selama beberapa menit di setiap area.
Reiki berasal dari Jepang dan dibangun di atas keyakinan bahwa ada energi kehidupan universal yang mengalir melalui setiap makhluk hidup. Ketika aliran energi terhambat, tubuh menjadi lebih rentan terhadap stres dan ketidakseimbangan.
Reiki bertujuan untuk membantu mengembalikan kelancaran aliran tersebut melalui sentuhan lembut atau penumpangan tangan.
Lantas, sebenarnya apa yang terjadi selama sesi reiki, dan apa hasil yang bisa Anda harapkan secara realistis dari praktik wellness ini? Cek informasi lengkapnya di sini.
Baca Juga: Wellness Retreat vs Urban Spa: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Asal Usul dan Makna Reiki
Kata “reiki” terdiri dari dua suku kata Jepang. Rei berarti “universal” dan ki berarti “energi kehidupan,” konsep yang serupa dengan qi dalam tradisi Tiongkok atau prana dalam tradisi India. Reiki secara harfiah berarti “energi kehidupan universal.”
Praktik reiki dikembangkan oleh Mikao Usui di Jepang pada tahun 1920-an. Usui menciptakan sistem yang kemudian dikenal sebagai Usui Reiki Ryoho, yang diajarkan kepada lebih dari 2.000 orang semasa hidupnya.
Dari Jepang, reiki kemudian menyebar ke Amerika Serikat melalui Hawayo Takata pada tahun 1970-an, dan sejak saat itu terus berkembang ke seluruh dunia.
Dan perlu Anda ketahui juga, reiki bukan bagian dari agama tertentu. Meskipun memiliki dimensi spiritual, praktiknya tidak memerlukan keyakinan tertentu untuk diikuti.
Apa yang Terjadi Selama Sesi Reiki?
Sesi reiki biasanya berlangsung 60 hingga 90 menit. Anda tetap berpakaian lengkap dan berbaring di meja treatment atau duduk di kursi yang nyaman. Sesi reiki berlangsung sangat effortless, tanpa tekanan fisik atau manipulasi otot, bahkan Anda tidak harus bergerak secara aktif.
Praktisi meletakkan tangan mereka dengan lembut di atas atau tepat di atas area-area tertentu di tubuh Anda, mulai dari kepala, bahu, dada, perut, hingga kaki. Setiap posisi ditahan selama beberapa menit sebelum berpindah ke area berikutnya. Beberapa praktisi juga mengarahkan tangan mereka ke area yang mereka rasakan memerlukan perhatian lebih.
Selama sesi, Anda mungkin merasakan sensasi hangat dari tangan praktisi, rasa kesemutan ringan, atau sekadar ketenangan yang mendalam. Sebagian orang bahkan sampai tertidur selama sesi berlangsung.
Pengalaman reiki setiap orang berbeda-beda, jadi tidak ada respons yang “benar” atau “salah.”
Apa Hasil yang Bisa Diharapkan dari Reiki?
Satu hal penting yang perlu Anda mengerti sejak awal adalah bahwa reiki tidak memiliki bukti ilmiah yang cukup sebagai pengobatan untuk kondisi medis tertentu.
Tinjauan sistematis terhadap uji klinis yang diterbitkan di International Journal of Clinical Practice menemukan bahwa bukti yang ada tidak cukup untuk menyimpulkan reiki sebagai treatment yang efektif untuk kondisi kesehatan apa pun, dan mekanisme kerjanya juga masih bersifat hipotetis.
Walaupun begitu, banyak orang yang mencoba reiki melaporkan pengalaman relaksasi yang mendalam, penurunan rasa cemas, dan perasaan tenang yang bertahan setelah sesi.
Karena sifat perawatan yang sangat lembut dan non-invasif, reiki dianggap aman secara umum sebagai praktik komplementer; pelengkap dari perawatan atau terapi yang rutin Anda jalani.
Jadi, reiki sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti perawatan medis. Kalau Anda memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Reiki bisa menjadi pelengkap, bukan pengganti.
Baca Juga: Apa Itu Private Spa dan Kenapa Jadi Treatment Spa Favorit?
Coba Reiki dalam Format yang Berbeda di Aarti Wellness Club
Reiki merupakan praktik relaksasi asal Jepang yang menggunakan tangan untuk membantu tubuh menemukan kembali keseimbangan energinya. Meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas, banyak mereka yang melaporkan pengalaman ketenangan mendalam dan penurunan stres setelah selesai menjalani sesi reiki.
Di Aarti Wellness Club Menteng, reiki tentunya hadir dalam format yang unik melalui kelas Yin & Reiki. Kelas ini menggabungkan pose-pose Yin Yoga yang ditahan lama dengan sentuhan reiki dari instruktur selama Anda berada di posisi tersebut.
Format kelasnya menciptakan pengalaman yang berbeda dari sesi reiki tradisional karena tubuh Anda sudah dalam kondisi terbuka dan rileks dari Yin Yoga ketika energi reiki diarahkan.
Lihat jadwal kelas terbaru di halaman kelas Aarti Wellness Club.
Referensi
- Lee, M.S., Pittler, M.H., & Ernst, E. (2008). Effects of Reiki in Clinical Practice: A Systematic Review of Randomised Clinical Trials. International Journal of Clinical Practice, 62(6), 947-954.
- Medical News Today. (n.d.). What Is Reiki and How Does It Work? Diakses dari medicalnewstoday.com
