Anda mungkin tidak langsung menyadari hal ini, tetapi, suatu hari, Anda akan merasa lebih sulit ketika meraih rak atas. Atau, mengikat tali sepatu memerlukan usaha ekstra. Atau, bangun dari kursi tanpa berpegangan mulai terasa seperti tantangan kecil yang dulu tidak pernah ada.
Fleksibilitas, yaitu kemampuan sendi untuk bergerak dalam rentang penuhnya, ternyata bisa menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia. Penurunan tersebut bukan soal tubuh Anda menjadi “kurang fit,” melainkan perubahan biologis alami pada jaringan ikat, cairan sendi, dan kolagen yang terjadi di tubuh setiap orang.
Tidak perlu panik, kabar baiknya adalah penurunan fleksibilitas Anda bisa diperlambat, dan dalam banyak kasus, fleksibilitas bisa diperbaiki kembali di usia berapa pun.
Artikel ini akan menjelaskan kenapa fleksibilitas sangat penting dan apa yang bisa Anda lakukan.
Baca Juga: Bagaimana Yoga Membantu Menenangkan Pikiran
Apa yang Terjadi pada Fleksibilitas Seiring Bertambahnya Usia?
Sebuah studi terhadap 436 orang dewasa berusia 55 hingga 86 tahun yang diterbitkan di Journal of Aging Research menemukan penurunan fleksibilitas bahu sekitar 5 hingga 6 derajat per dekade, dan fleksibilitas pinggul sekitar 6 hingga 7 derajat per dekade.
Pada pria, penurunan mulai meningkat secara signifikan setelah usia 71 tahun, sementara pada wanita, fleksibilitas bahu mulai menurun lebih cepat setelah usia 63 tahun.
Penurunan kemampuan tersebut terjadi karena beberapa faktor biologis yang bekerja bersamaan:
- Tendon, ligamen, dan bantalan sendi kehilangan kadar air secara bertahap.
- Serat kolagen menjadi lebih padat dan kurang elastis.
- Cairan sinovial, pelumas alami sendi, diproduksi lebih sedikit.
Dan ternyata, yang sering menjadi faktor terbesar adalah berkurangnya gerakan. Otot yang jarang digerakkan dalam rentang penuh akan memendek dan mengencang untuk menyesuaikan posisi yang paling sering dipakai.
Kenapa Fleksibilitas Penting untuk Kehidupan Sehari-hari
Fleksibilitas bukan soal bisa menyentuh jari kaki. Lebih daripada itu, fleksibilitas tubuh mempertahankan kemandirian dalam aktivitas yang selama ini tidak pernah Anda pikirkan. Contohnya seperti meraih benda di rak tinggi, menoleh saat menyetir, naik tangga tanpa rasa kaku, atau bangkit dari posisi duduk tanpa bantuan.
Ketika rentang gerak menyempit, risiko cedera meningkat. Otot yang kaku lebih rentan terhadap ketegangan dan keseleo.
Keseimbangan terganggu karena pergelangan kaki dan pinggul tidak bisa merespons dengan cepat. Dan postur tubuh berubah, yang seiring waktu bisa menyebabkan nyeri kronis di punggung bawah dan bahu.
Riset yang diterbitkan di Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports pada 2024 bahkan menemukan hubungan antara fleksibilitas yang lebih tinggi dan risiko kematian dini yang lebih rendah pada orang dewasa usia 46 hingga 65 tahun.
Fleksibilitas Bisa Diperbaiki di Usia Berapa Pun
Tubuh kita secara alami tetap adaptif jauh melampaui apa yang kebanyakan orang kira. Riset menunjukkan bahwa orang dewasa hingga usia 80-an dan 90-an masih bisa memperbaiki fleksibilitasnya dengan latihan yang konsisten.
Kunci untuk memperbaiki fleksibilitas tubuh bukanlah pada intensitas gerak, melainkan konsistensi. Konsistensi yang dimaksud adalah peregangan singkat yang dilakukan setiap hari memberikan hasil lebih baik daripada sesi panjang yang hanya dilakukan sesekali.
Selain itu, ada dua pendekatan yang paling efektif untuk usia lanjut:
- Peregangan statis (menahan posisi selama 20 hingga 30 detik setelah tubuh hangat)
- Latihan low-impact yang menggabungkan gerakan dengan kesadaran tubuh, seperti yoga dan tai chi.
Yang paling penting adalah peregangan pada otot yang belum dihangatkan bisa menyebabkan cedera. Jadi, selalu mulai dengan gerakan ringan selama 5 hingga 10 menit sebelum melakukan peregangan yang lebih dalam.
Baca Juga: Cara Yoga Membantu Mengurangi Ketegangan Otot dan Membuat Tubuh Lebih Rileks
Latih Fleksibilitas Anda di Aarti Wellness Club, Terbuka untuk Semua Usia
Fleksibilitas tubuh menurun seiring usia karena perubahan biologis alami, tapi untungnya penurunan tersebut bukanlah sesuatu yang tidak bisa dicegah. Peregangan yang konsisten dan latihan yang tepat bisa memperlambat proses penurunan fleksibilitas, memperbaiki rentang gerak, dan menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
Kelas di Aarti Wellness Club Menteng dapat menjadi tempat yang tepat untuk mulai mencegah penurunan fleksibilitas, serta tidak memandang usia atau tingkat pengalaman.
Hatha dan Gentle Yoga menawarkan gerakan dasar dengan tempo yang bisa diikuti siapa saja, sementara Yin dan Restorative bekerja langsung pada jaringan ikat dan fleksibilitas melalui pose yang ditahan lama dengan dukungan props.
Jangan khawatir, setiap kelas akan dipandu instruktur yang bisa menyesuaikan intensitas untuk setiap peserta, dari pemula hingga senior.
Anda tertarik? Segera cek jadwal kelas terbaru di halaman kelas Aarti Wellness Club.
Referensi
- Stathokostas, L., et al. (2013). Flexibility of Older Adults Aged 55–86 Years and the Influence of Physical Activity. Journal of Aging Research, 2013, 743843.
- Harvard Health Publishing. (2024). Greater Flexibility Linked with Longer Lives. Diakses dari health.harvard.edu
- Flagship Health. (n.d.). The Importance of Maintaining Flexibility for Seniors. Diakses dari flagshiphealth.org
