Reformer Pilates sering disebut sebagai pilates yang mampu mengubah cara tubuh bergerak. Bukan dengan mengangkat beban berat, melainkan dengan melatih otot-otot yang jarang tersentuh oleh olah raga atau latihan konvensional.
Sesuai dengan namanya, Reformer Pilates menggunakan mesin reformer yang dilengkapi platform bergerak (carriage), pegas dengan resistensi yang bisa diatur, tali, dan footbar. Anda memiliki kontrol penuh dari setiap gerakan, mulai dari mendorong, menarik, atau menahan posisi melawan resistensi pegas, sementara carriage yang tidak stabil memaksa tubuh untuk terus menyeimbangkan diri.
Kombinasi resistensi dan ketidakstabilan tersebutlah yang membuat Reformer Pilates efektif untuk membangun kekuatan dari dalam sekaligus memperbaiki postur.
Di bawah ini merupakan penjelasan tentang manfaat Reformer Pilates yang wajib Anda ketahui.
Baca Juga: Manfaat Pilates bagi Fleksibilitas Tubuh
5 Manfaat Reformer Pilates bagi Tubuh Anda
Reformer Pilates termasuk ke dalam salah satu latihan yang unik, di mana pegas dan carriage menciptakan resistensi yang bisa disesuaikan, sementara tubuh Anda harus menstabilkan diri di setiap gerakan.
Apa saja manfaat dari jenis pilates tersebut? Simak poin-poin berikut:
1. Membangun Kekuatan dari Lapisan Otot Terdalam
Ketika Anda bergerak di atas carriage yang tidak stabil, tubuh tidak bisa mengandalkan otot besar saja.
Otot-otot stabilisator yang lebih dalam, terutama transversus abdominis, dasar panggul, dan otot di sepanjang tulang belakang, harus aktif terus-menerus untuk menjaga keseimbangan.
Hasil dari latihan Reformer ini bukanlah otot yang besar, melainkan fondasi kekuatan yang menopang tubuh dari dalam.
Kekuatan tersebut dapat Anda rasakan saat mengangkat barang, mempertahankan keseimbangan, atau sekadar berdiri lebih lama tanpa merasa lelah di punggung bawah.
2. Memperbaiki Postur dan Keselarasan Tubuh
Duduk berjam-jam di depan layar cenderung membuat bahu membulat ke depan, kepala terdorong ke muka, dan punggung bawah kehilangan lengkung alaminya. Reformer Pilates bermanfaat untuk memperbaiki otot-otot kecil yang menjaga posisi tulang belakang, bahu, dan panggul.
Setiap gerakan di reformer berpusat pada keselarasan, di mana instruktur memastikan posisi tubuh Anda tepat sebelum gerakan dimulai. Dengan latihan yang konsisten, tubuh secara bertahap melatih ulang kebiasaan posturnya.
Perubahan tersebut tentunya tidak hanya terasa selama kelas pilates berlangsung, tapi juga saat Anda kembali duduk di meja kerja, mengemudi, atau berdiri dalam antrean panjang.
3. Meningkatkan Fleksibilitas tanpa Membebani Sendi
Pegas pada reformer memungkinkan otot meregang sambil tetap berada di bawah resistensi. Otot memanjang secara aman karena ada beban terkontrol yang mengiringi, bukan karena dipaksa melampaui batas.
Cara unik ini tentunya membuat Reformer Pilates sangat cocok bagi Anda yang merasa kaku di area pinggul, bahu, atau paha belakang, tetapi khawatir cedera jika langsung melakukan peregangan intens.
Rentang gerak tubuh Anda dapat meningkat secara bertahap, dan persendian pun mendapat dukungan alih-alih tekanan berlebih.
4. Mendukung Pemulihan dan Pencegahan Cedera
Reformer Pilates bersifat low-impact, alias tidak ada hentakan atau lompatan yang membebani sendi. Resistensi datang dari pegas, bukan dari gravitasi atau beban eksternal.
Karena itu, latihan ini sering direkomendasikan oleh fisioterapis untuk mendukung pemulihan pasca-cedera atau sebagai pilihan latihan bagi mereka yang memiliki sensitivitas sendi.
Selain itu, gerakan di reformer melatih pola gerak sehari-hari yang benar, sehingga tubuh Anda belajar bergerak dengan lebih efisien dan risiko cedera di aktivitas lain ikut berkurang.
5. Melatih Koneksi Pikiran dan Tubuh
Setiap gerakan di Reformer Pilates menuntut konsentrasi penuh Anda; napas harus terkoordinasi, posisi harus presisi, dan kecepatan harus terkontrol. Tidak ada ruang untuk bergerak secara otomatis.
Jadi, bisa dibilang Reformer Pilates juga memiliki kemiripan dengan meditasi aktif, di mana pikiran Anda terfokus sepenuhnya pada apa yang tubuh lakukan saat itu.
Banyak peserta merasa keluar dari kelas dengan pikiran yang lebih jernih dan tubuh yang terasa lebih ringan. Bukan karena kelelahan, melainkan karena rasa lelah mental ikut hilang bersama fisik yang tegang.
Berapa Kali Idealnya Latihan Reformer Pilates dalam Seminggu?
Di Reformer Pilates, konsistensi lebih penting daripada frekuensi agar Anda bisa merasakan perubahan pada kekuatan dan postur. Dua hingga tiga sesi per minggu sudah cukup untuk memberikan hasil yang terasa dalam beberapa minggu pertama.
Apabila Anda seorang pemula, mulailah dengan satu hingga dua sesi per minggu agar tubuh punya waktu beradaptasi dengan pola gerak dan resistensi baru. Setelah merasa nyaman, tingkatkan secara bertahap.
Yang paling penting adalah latihan dilakukan secara rutin dalam jangka panjang, sehingga Anda dapat menikmati hasil yang jauh lebih baik dibanding sesi yang intens tapi tidak teratur.
Baca Juga: Yoga atau Pilates: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Tubuh Anda?
Rasakan Sendiri Manfaat Reformer Pilates di Aarti Wellness Club
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Reformer Pilates membangun kekuatan dari lapisan otot terdalam, memperbaiki postur melalui keselarasan yang presisi, meningkatkan fleksibilitas tanpa membebani sendi, mendukung pemulihan cedera, hingga melatih koneksi pikiran-tubuh yang sering terabaikan di latihan lainnya.
Aarti Wellness Club Menteng menyediakan tiga kelas Reformer Pilates dengan fokus yang berbeda:
- The Flow untuk semua level sebagai pengenalan ritme dan fondasi pilates.
- The Sculpt yang berfokus pada pembentukan otot.
- The Pulse bagi Anda yang siap dengan intensitas latihan lebih tinggi.
Lihat jadwal dan pilih kelas pilates yang paling cocok untuk Anda di halaman Pilates Aarti Wellness Club.
