Jika diamati sekilas, Yin Yoga dan Restorative Yoga terlihat sangat mirip. Keduanya bergerak lambat, menahan pose dalam waktu lama, dan menggunakan props seperti bolster dan selimut. Tidak heran kalau banyak orang menganggap kedua jenis yoga tersebut adalah hal yang sama.

Namun, begitu Anda memulai latihannya, perbedaan antara Yin Yoga dan Restorative Yoga akan terasa jelas.

Yin akan menuntut Anda merasakan regangan, diam di ambang batas kenyamanan dan mengamati sensasi yang muncul. Restorative akan meminta Anda untuk melepaskan semua sensasinya, tubuh ditopang sepenuhnya sehingga tidak ada usaha yang tersisa.

Keduanya bermanfaat, dan keduanya bisa Anda tambahkan ke dalam jadwal latihan rutin Anda.

Kalau Anda masih bimbang ingin mencoba yoga yang mana di antara kedua jenis tersebut, simak terlebih dahulu ulasan informatif di bawah sebelum mendaftar ke kelasnya.

Baca Juga: Yoga atau Pilates: Mana yang Cocok untuk Tubuh Anda?

4 Perbedaan Yin Yoga dan Restorative Yoga

Meskipun berbagi tempo yang lambat dan penggunaan props, Yin dan Restorative memiliki tujuan yang sangat berbeda.

Ini dia empat perbedaan utama yang akan Anda rasakan saat berada di atas matras:

1. Tujuan Latihan

Yin Yoga menargetkan jaringan ikat di tubuh, seperti fascia, ligamen, dan tendon, bukan otot Anda. Dengan menahan pose dalam waktu yang lama, jaringan-jaringan tersebut akan menerima tekanan lembut secara bertahap, sehingga kelenturan dan mobilitas sendi meningkat seiring waktu.

Restorative Yoga, di sisi lain, tidak menargetkan jaringan tertentu. Tujuannya adalah mengaktifkan sistem saraf parasimpatetik, bagian yang bertanggung jawab atas respons istirahat dan pemulihan.

Jadi, Restorative Yoga bisa disebut bukan latihan untuk meregangkan tubuh, melainkan untuk mengistirahatkan tubuh Anda secara menyeluruh.

2. Sensasi yang Dirasakan

Inilah perbedaan yang paling terasa. Di kelas Yin, Anda akan diajak masuk ke dalam sensasi regangan yang intens.

Instruktur sering menyebutnya sebagai titik “edge”, batas di mana kamu merasakan tantangan yang cukup, tanpa berlebihan. Posenya memang terasa intens, dan bagian dari latihannya adalah belajar untuk tetap tenang saat berada dalam sensasi itu.

Sebaliknya, di kelas Restorative, seharusnya tidak ada sensasi regangan sama sekali. Tubuh disangga sepenuhnya oleh alat bantu (props) sehingga otot Anda benar-benar bebas dari menahan beban.

Kalau masih terasa tidak nyaman di suatu bagian tubuh, artinya posisi props perlu disesuaikan, bukan tubuh Anda yang harus berusaha lebih keras.

3. Fungsi Props dalam Latihan

Yin Yoga dan Restorative Yoga sama-sama menggunakan bolster, selimut, dan blok, tetapi dengan fungsi yang berbeda.

Di Yin, props membantu Anda menemukan posisi yang tepat agar regangan mengenai area tubuh yang ditargetkan. Props bukan untuk menghilangkan sensasi, melainkan untuk mengarahkannya ke jaringan yang dimaksud.

Di Restorative, props digunakan untuk menghilangkan semua sensasi selama latihan. Selimut dilipat di bawah lutut, bolster menopang punggung, penutup mata menghalangi cahaya dari sekitar; semuanya digunakan agar tubuh merasa seperti sedang dipeluk dan fokus terhadap sensasi yang menenangkan.

4. Durasi dan Jumlah Pose

Yin menahan setiap pose sekitar 3–7 menit. Dalam satu sesi, Anda mungkin melakukan 6–10 pose, masing-masing menargetkan area tubuh yang berbeda.

Restorative menahan pose lebih lama, biasanya 5 hingga 20 menit. Jumlah posenya pun jauh lebih sedikit, 4–6 pose per sesi.

Waktu yang panjang dalam latihan Restorative tersebut bukan ditujukan untuk memperdalam regangan, melainkan untuk memberi sistem saraf Anda cukup ruang agar benar-benar beralih ke mode pemulihan.

Mana yang Tubuh Anda Butuhkan Saat Ini?

Cara paling sederhana untuk memutuskan antara Yin atau Restorative Yoga adalah dengan memperhatikan apa yang mendominasi kondisi Anda hari ini: ketegangan fisik atau kelelahan mental?

Kalau tubuh Anda terasa kaku, rentang gerak terbatas, atau Anda ingin menyeimbangkan latihan aktif seperti Vinyasa atau Reformer Pilates, Yin Yoga bisa mengembalikan kelenturan tubuh Andasecara bertahap.

Pose-posenya sangat berdampak pada lapisan yang jarang terjangkau oleh latihan dinamis, dan sensasi regangan yang Anda rasakan menjadi cermin progres latihan dari waktu ke waktu.

Jika yang mendominasi adalah stres yang menumpuk, rasa lelah yang tidak hilang dengan tidur, atau kekosongan setelah hari-hari yang padat, Restorative Yoga menawarkan pemulihan yang lebih dalam.

Restorative Yoga bukan berfokus pada meregangkan tubuh Anda, tetapi justru ke sistem saraf untuk berhenti sejenak dan mengatur ulang diri.

Dan kalau Anda belum yakin, coba saja keduanya di minggu yang berbeda.

Banyak praktisi yoga modern yang akhirnya menggabungkan keduanya dalam jadwal latihan mingguan. Yin bisa Anda ikuti ketika membutuhkan peregangan fisik, Restorative bisa Anda ikuti di kemudian hari ketika Anda membutuhkan ketenangan.

Baca Juga: Kenapa Tubuh Terasa Lebih Ringan Setelah Yoga?

Temukan Kelas Yoga yang Cocok untuk Anda di Aarti Wellness Club

Prinsipnya sebenarnya sederhana: Yin Yoga meregangkan, Restorative Yoga memulihkan.

Kedua jenis yoga tersebut bergerak lambat dan menggunakan props, tetapi memiliki tujuan, sensasi, dan pengalaman yang berbeda, yang tentunya tidak bisa digantikan oleh yang lain.

Untuk Anda yang berdomisili di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kunjungi Aarti Wellness Club Menteng untuk mencoba kedua yoga tersebut.

Untuk Yin, tersedia beberapa variasi kelas yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan:

  • Meditative Yin
  • Rest & Restore Yin
  • Yin & Reiki
  • Yin & Singing Bowl
  • Yin for A Better Sleep

Untuk pemulihan diri yang lebih menyeluruh, kelas Restorative tersedia sebagai bagian dari jadwal yoga mingguan Anda.

Belum yakin kelas yoga mana yang cocok Anda? Tim Aarti Wellness Club bisa membantu memilihkan berdasarkan kondisi dan preferensi Anda. Hubungi kami via tautan ini sebelum booking.